Bertempat di MI Ma'arif Teluk Purwokerto Selatan, Guru-guru mendapatkan pelatihan Teknologi Informasi untuk Membuat personal website. Pelatihan ini mengajak semua guru di madrasah tersebut untuk melek teknologi. Anak-anak jaman sekarang sudah sangat familiar dengan teknologi. Jika dulu anak bermain di sungai, layang-layang di Sawah dan permainan tradisional lain, saat ini juga bermain layang-layang, tapi layang-layang di gadget. Bermain di sawah, tapi sawah virtual dengan main game pak tani di internet. dan masih banyak lagi aktifitas lain yang serba online.
Sebagai guru tentu harus mengikuti perkembangan jaman. Jangan sampai kalah dengan siswa.
28 Mei, 2014
23 Oktober, 2013
Generasi Copy-Paste
![]() |
| Sumber: fajar-pda.blogspot.com |
Mahasiswa saat ini memiliki literasi teknologi yang jauh berkembang jika dibanding generasi mahasiswa pada era terdahulu. Misalnya kita ambil contoh mahasiswa pada tahun 90an masih sangat jarang (bahkan belum ada) yang kuliah sambil membawa laptop atau gadget. Paling banter handphone jadul yang pada saat itu sangat keren.
Dengan perkembangan teknologi tersebut mahasiswa dipermudah dan dimanjakan dalam mencari literatur-literatur ilmiah. Namun juga memiliki sisi egatif yaitu mahasiswa kebanyakan hanya mengandalkan internet untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. saking mudahnya, mereka hanya melakukan copy-paste artikel yang ada di internet tanpa melalui editing langsung di print ulang dan dikumpulkan kepada dosen. hal ini tentu sangat miris dilakukan oleh para mahasiswa yang notabene adalah intelektual muda. Kenyataan ini saya alami sendiri ketika memberikan tugas artikel kepada mahasiswa.
Hal ini jika diteruskan tentunya akan menjadi preseden buruk dengan munculnya generasi copy-paste --yang dalam bahasa kerennya dinamakan plagiasi. mahasiswa seharusnya ikut menjadi kontributor di belantara internet dengan menuliskan ide, pendapat, argumen, opini mereka. Hal tersebut bisa terwujud dengan melatih mahasiswa membuat blog personal seperti yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ahwal Assyakhsyiyyah Jurusan Syariah STAIN Purwokerto. Pelatihan tersebut memberikan stimulai kepada mahasiswa agar produktif dalam menulis dan mempublikasikannya kepada khalayak luas.
Kegiatan ini seharusnya diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lain agar jangan dikatakan generasi copy-paste.
08 Mei, 2013
Mentatasi Overset Text Error pada tabel Adobe InDesign
Sedang menyelesaikan kerjaan layout SAP, dimana pada dokument ersebut terdapat banyak sekai layout tabel. Hingga menemukan masalah dimana ketika menyalin naskah dari MS. Word, ketika diletakkan pada tabel ternyata ada beberapa naskah yang tidak muncul. setelah diselidiki ternyata di bagian kanan-bawah sel tabel terdapat lingkaran kecil berwarna merah. tanda tersebut menyisyaratkan bahwa ada sebagian naskah yang tidak bisa tampil.
Cari-cari solusi di google ternyata tidak ketemu, akhirnya coba-coba sendiri dan ternyata berhasil. Begini nih caranya gan:
Setelah diselidiki ternyata masalah ini terjadi karena ruang kolom untuk teks tersebut sempit, namun ada kata yang panjangnya melebihinlebar kolom tersebut, sehingga memunculkan error overtext. Nah solusinya adalah dengan memberi tanda "-" pada kata yang panjang tersebut.
demikian tips dan trik ini semoga bermanfaat untuk agan-agan semua.
Cari-cari solusi di google ternyata tidak ketemu, akhirnya coba-coba sendiri dan ternyata berhasil. Begini nih caranya gan:
- Letakkan kursor pada bagian naskah di sel tabel yang hilang.
- Klik menu Edit, pilih Edit in Story Editor.
- disana akan terdapat tulisan Overtext Error. Nah kamu tinggal kasih tanda strip pada kata pertama yang tidak muncul. anda lihat hasilnya maka naskah akan menyatu dengan naskah sebelumnya.
Setelah diselidiki ternyata masalah ini terjadi karena ruang kolom untuk teks tersebut sempit, namun ada kata yang panjangnya melebihinlebar kolom tersebut, sehingga memunculkan error overtext. Nah solusinya adalah dengan memberi tanda "-" pada kata yang panjang tersebut.
demikian tips dan trik ini semoga bermanfaat untuk agan-agan semua.
19 April, 2013
Resep Menjaga Ghiroh Imiah
kayaknya ketika setelah selesai S2 kok semangat untuk meneliti menurun ya?...
saya kira mungkin ini penyakit yang bikin dosen-dosen di Indonesia terutama saya merasa malu (bagi yang ngrasa) karena aktifitas meneliti berhenti ketika telah mendapatkan selembar ijasah. Padahal seharunya merupakan titik tolak untuk mulai berkarya ilmiah dengan lebih profesional. Dengan bekal yang telah didapatkan semasa kuliah.
Salah satu cara yang saya gunakan adalah dengan selalu update info dari dosen favorit kita waktu kuliah. contohnya ya dari dosen favoritku yang satu ini yaitu Romi Satria Wahono. Beliau memberikan tips dan trik bagaimana langkah-langkah melakukan penelitian untuk skripsi, tesis, maupun disertasi. berikut alamatnya Disini tempatnya Klik ya. walaupun artikel tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa S1, S2 mapun S3, namun menurut saya cocok juga digunakan untuk alumni yang kurang memiliki semangat meneliti.
selanjutnya monggo disimak sendiri lah ya...
saya kira mungkin ini penyakit yang bikin dosen-dosen di Indonesia terutama saya merasa malu (bagi yang ngrasa) karena aktifitas meneliti berhenti ketika telah mendapatkan selembar ijasah. Padahal seharunya merupakan titik tolak untuk mulai berkarya ilmiah dengan lebih profesional. Dengan bekal yang telah didapatkan semasa kuliah.
Salah satu cara yang saya gunakan adalah dengan selalu update info dari dosen favorit kita waktu kuliah. contohnya ya dari dosen favoritku yang satu ini yaitu Romi Satria Wahono. Beliau memberikan tips dan trik bagaimana langkah-langkah melakukan penelitian untuk skripsi, tesis, maupun disertasi. berikut alamatnya Disini tempatnya Klik ya. walaupun artikel tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa S1, S2 mapun S3, namun menurut saya cocok juga digunakan untuk alumni yang kurang memiliki semangat meneliti.
selanjutnya monggo disimak sendiri lah ya...
11 April, 2013
Jangan Memaksakan Diri
Jalani hidup apa adanya, satu pernyataan yang sering diuangkapkan dalam rangka menjaga pola keseimbangan kehidupan. Janganlah memaksakan diri untuk sesuatu yang sebenranya kita tidak dapat menjangkaunya. Namun kita jangkau dengan memaksakan diri, maka yakinlah suatu saat kita akan menemukan batu sandungan di kelak kemudian.
Saya yakin dengan adanya hukum karma, dimana apa yang kita perbuat saat ini akan memetik buahnya di masa mendatang. atau hasil yang kita dapatkan saat ini merupakan buah dari apa yang telah kita perbuat pada masa lampau. Jika kita hari ini menanam sesuatu yang buruk atau memaksakan diri dalam meraih sesuatu, maka kita akan mendapatkan masalah dikemudian hari karena kita memaksakan yang bukan hak kita atau belum saatnya kita mendapatkan hak tersebut. Hal keburukan, musibah ataupun hal negatif yang kita dapatkan saat ini bisa jadi merupakan buah dari perbuatan yang kita paksakan pada saat lampau.
Maka dari itu, jika memang sesuatu yang kita inginkan belum kita dapatkan saat ini maka yakinlah bahwa dikemudian hari kita akan mendapatkan yang lebih baik dan pasti ada hikmahnya. Allah tidak sia-sia dalam menjalankan skenario kehidupan ini. Allah telah mengatur segalanya sesuai dengan kehendak-Nya.
Ada seseorang yang menggunakan segala cara agar dirinya dapat mendudi suatu posisi strategis (menurutnya). Setelah berusaha dengan berbagai daya dan upaya hingga menabrak norma dan hal-hal yang tidak semestinya, ia segera mendapatkan hal yang ia inginkan. Betapa senang orang tersebut dan tidak ketinggalan ia lalu mengucapkan syukur kepada Allah yang telah memberikannya jalan (walau dengan memaksakan diri). Namun ingatlah bahwa cara yang ia lakukan untuk mendapatkan hal tersebut dengan jalan yang tidak sesuai kehendak Allah, lalu ia bersyukur kepada Allah. Harusnya malu dong sama Allah...
Dikemudian hari setelah sekian lama waktu berselang, orang tersebut mulai mendapatkan "masalah"berkaitan dengan apa yang telah didapatkannya terdahulu. Dengan posisinya saat ini dia merasa "kok banyak masalah ya"???
Syukur-syukur dia bisa "merasa", lha lebih parah lagi kalo orang tersebut tidak merasa bahwa masalah yang ia hadapi saat ini merupakan buah dari usaha terdahulu yang kurang sesuai dengan norma. Nah kalo sudah begini mendapat masalah lalu mau bagaimana lagi, wong sudah kadung. Ibarat nasi menjadi bubur, ya masak aja jadi bubur ayam spesial. kan jadi bernilai. Semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua bahwa Jika kita memaksakan sesuatu yang tidak semestinya, suatu saat nanti kita akan mendapatkan masalah yang merupakan buah dari pemaksaan tersebut.
Wallohua'lam Bisshowab...
#ocehan pagi, nunggu mhs hurung podo mangkat
Langganan:
Postingan (Atom)



