04 September, 2026

Mengatasi layar Freeze Pasca Install Ubuntu 26.04

Image source: https://www.techpowerup.com/gpu-specs/geforce-gtx-1650.c3366 


Seiring bertambah tahun, Ubuntu selalu release versi terbarunya. Saya tertarik untuk selalu update ke versi terbaru karena menjanjikan fitur-fitur kekinian yang keren, Namun di sisi lain, laptop lama kaya punya saya memilikispesifikasi hardware yang tidak selalu didukung dalam update Ubuntu terbaru.

Saya beli laptop rada high-end pada Mei 2020, laptop dengan spesifikasi hardware gahar saat itu, dengan harapan bisa bertahan lama. Alhamdulillah sampai tahun 2026 ini masih bisa digunakan dengan maksimal. Pertama beli langsung dipasang Ubuntu yang berdampingan dengan Windows bawaan saat beli. salam perjalanan kemudian hijrah ke Ubuntu sepenuhnya mulai versi 22.04, dan Windows saya jalankan di VirtualBox.

Ketika Ubuntu ada update, langsung ikut update juga. Namun pada update terakhir yaitu 26.04 terjadi masalah freeze layar monitor. Dicoba probing dan resolving sampai hampir 2 bulan ngga beres-beres. Instal ulang beberapa kali sampai bengkel resmi juga tidak mengatasi masalah. Nge-prompt banyak kali menggunakan berbagai AI juga belum mengatasi masalah. Berkunjung ke forum-forum linux dan Ubuntu juga memberikan solusi yang identik antara yang satu dengan yang lain.

Hampir putus asa dan ingin meninggalkan Ubuntu, namun kemudian mendapat ilham untuk coba sekali lagi prompting di Gemini, ada satu probing dan solusi yang paling masuk akal, yang belum saya temukan sebelumnya. pada prompting sebelum-sebelumnya mungkin juga saya sendiri yang kurang komprehensif dalam memberikan umpan, sehingga output AI tidak sesuai ekspektasi. Setelah dicoba pelan-pelan dan hati-hati (karena AI banyak halu), akhirnya RESOLVED. 

Masalah intinya adalah kompatibilitas driver GPU NVIDIA. Jadi di laprop saya menggunakan NVIDIA GForce GTX 1653, teknologi yang cukup old di tahun 2026 ini. Maka ketika dinstall Ubuntu 26.04 LTS terjadi crash karena pada Ubuntu terbaru menggunakan driver NVIDIA 595. Sedangkan driver asli seri lama yang saya miliki seharusnya NVIDIA 550. Akhirnya saya lakukan downgrade ke versi yang sesuai dengan hardware, alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar.

Karena kesenjangan versi yang cukup jauh, jadi tidak bisa memonitor versi NVIDIA lama menggunakan perintah nvidia-smi. tapi itu tidak masalah, yang penting layar sudah tidak freeze lagi dan bisa digunakan dengan lancar.

Untuk tutorialnya sebagai berikut:

Pertama-tama hapus driver versi GPU NVIDIA 595 dengan perintah

sudo apt purge '^nvidia.*'
sudo apt autoremove --purge

 

Kemudian pasang driver yang kompatibel dengan perintah

sudo apt install nvidia-driver-550
 

selanjutnya booting ulang komputer dengan perintah

sudo reboot now 

Setelah nyala kembali dan memastikan driver terpasang, selanjutnya kunci driver tersebut agar ketika ada tawaran update, driver NVIDIA 550 yang sudah terpasang tidak akan ikut di update, perintahnya

sudo apt-mark hold '^nvidia.*'
 

Untuk membuka kembali kunci bisa menggunakan perintah

sudo apt-mark unhold '^nvidia.*'
 

Demikian curcol dan sedikit tutorial untuk pengingat dan semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian 

04 Oktober, 2025

Menjalankan Proyek Django Python

Untuk pemula yang sedang belajar Django Python, biasanya bingung untuk memulai dan mengakhiri jalannya server (kaya saya ini hehehe...) nah untuk itu perlu dipahami beberapa perintah dasar di bawah ini agar makin terbiasa memulai dan mengakhiri secara prosedural. 

Tahap awal menjalankan webserver Django yaitu:

1. Mengaktifkan .venv dimana diletakkan dengan perintah: source /home/user_dir_name/Document/.venv/bin/activate

2. Aktifkan direktori web yang telah dibuat dengan perintah cd nama_direktori

3. Jalankan server dengan perintah python manage.py runserver

perintah ini akan mengekses file manage.py dan mengeksekusi perintah yang ada di dalamnya.

 

Untuk menghentikan server, gunakan perintah di bawah ini:

1. Cari ID Proses (PID) dengan perintah seperti ps aux | grep "manage.py runserver" 

2. Gunakan kill dengan PID tersebut (misalnya, kill 12345) atau pkill yang lebih sederhana. 

  • pkill -f "manage.py runserver" untuk menghentikan proses yang cocok dengan deskripsi tersebut. 
  • kill -9 12345: atau kill -15 12345 untuk memaksa penghentian proses dengan PID 12345. 

 

18 Agustus, 2025

Cara Memulai Anaconda Navigator


 

Anaconda Navigator adalah aplikasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yang disediakan oleh distribusi Anaconda, digunakan untuk mengelola lingkungan (environment), paket, serta aplikasi terkait Python dan R, tanpa perlu mengetikkan perintah di terminal. Anaconda kurang begitu populer di kalangan developer, namun demikian banyak peneliti yang menggunakannya untuk melakukan eksperimen komputasi. Saya sendiri mengunakan Anaconda sejak tahun 2019 saat masuk kuliah untuk mengerjakan tugas eksperimen komputasi deep learning bidang NLP dengan topik Named Entity Recognition. Untuk pemula kadang masih kesulitan saat akan memulainya. Nah di sini disampaikan bagaimana cara memulai Anaconda Navigator.

Jika Anda menginstall Anaconda di Linux, ketika mulai menjalankan perlu untuk mengetik perintah

~$ source ~/anaconda3/bin/activate root

 Kemudian setelah itu ketik perintah

~$ anaconda activate

maka di sebelah kiri prompt akan muncul (base) user@namaPC

setelah itu lalu ketik perintah 

~$ anaconda-navogator 

beberapa saat muncul halaman GUI navigator Anaconda

 

Gambar 1. Antar muka Anaconda Navigator menyediakan berbagai tool yang bermanfaat untuk developer.


07 Maret, 2025

Siapkah Menuju Era 6G?


Mainstream teknologi broadband saat ini adalah 4G. teknologi 5G baru sebagian kecil operator dan handheld yang mengimplementasikannya. Namun demikian, di ranah para peneliti Broadband, teknologi 6G terus digenjot, sehingga pada tahun 2026 atau 2027 sudah bisa dikenalkan ke pasar.

Teknologi 5G menawarkan kecepatan yang lebih tinggi, banyak aplikasi konsumen saat ini tidak memerlukan bandwidth lebih dari 1 Gb/s. Sebagian besar pengguna hanya membutuhkan kecepatan antara 15 hingga 20 Mb/s untuk aplikasi sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada inovasi dalam teknologi jaringan, kebutuhan nyata di lapangan tidak sejalan dengan ekspektasi industri yang terus mendorong untuk peningkatan bandwidth.

Meskipun ada harapan untuk teknologi baru seperti mobil otonom dan Internet of Things (IoT) yang dapat meningkatkan permintaan bandwidth, kenyataannya adalah bahwa banyak dari teknologi ini tidak memerlukan kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada yang sudah ditawarkan oleh jaringan 4G dan 5G saat ini. Webb menekankan bahwa tidak ada teknologi baru yang muncul yang menunjukkan kebutuhan akan bandwidth yang jauh lebih besar, sehingga memunculkan pertanyaan tentang relevansi investasi besar dalam pengembangan jaringan 6G.

Dalam konteks ini, Webb menyarankan bahwa industri telekomunikasi mungkin perlu beradaptasi dengan realitas baru di mana pertumbuhan bandwidth tidak lagi menjadi fokus utama. Sebaliknya, perusahaan mungkin harus lebih memperhatikan efisiensi biaya dan layanan pelanggan untuk tetap bersaing. Hal ini mencerminkan pergeseran dari inovasi teknologi menuju penyediaan layanan yang lebih andal dan terjangkau.

Source: https://spectrum.ieee.org/6g-bandwidth
Image source: https://www.information-age.com/ushering-in-an-era-of-pervasive-intelligence-powered-by-6g-123501006/

 

01 Mei, 2024

Mengatasi Error Mounting SSD di Ubuntu 22.04

Rasanya lamaaaaa..... banget tidak ngeblog, tetiba kangen pingin posting. Gemana ngga lama coba, kalo lihat di history posting terakhir tahun 2016, berarti delapan tahun yang lalu. 

Beberapa hari ini Ubuntu nggabisa akses data yang dipartisi NTFS Windows. padahal kerjaan ada di sana semua. beberapa minggu sebelumnya pernah ngalamin hal yang sama, tapi tek biarin aja, eh beberapa hari kemudian beres sendiri. Nah yang ini ditunggu-tunggu beberapa hari sampe lebih dari seminggu kok ngga beres, bisa berabe nih kalo ngga segera diberesin. Sudah kadung tresno sama Ubuntu (walaupun masih mendua ke jendela), ya cari2 solusi ke berbagai tempat.

Jadi masalahnya gini, setiap mau akses muncul error seperti gambar di atas. Nah nemu solusi nih, yaitu dengan Edit mount option, sebagaimana gambar di bawah.

 

setelah dicoba, data bisa diakses, namun semua read-only. Wah pusing lagi dong....

Nah selanjutnya cari bantuan ke forum Ubuntu di Telegram, dapatlah beberapa solusi, dan dicoba, alhamdulillah bisa bekerja dengan baik.

Solusinya adalah dengan memanfaatkan ntfsfix dengan perintah 

#sudo ntfsfix -d /dev/nvme0n1p1 

lalu tekan enter.

Namun perintah tidak ditemukan, berarti kan fitur ntfsfix belum tersedia di laptop. maka cari dan install dengan perintah sudo-apt-get install ntfsfix. sayangnya sudah tidak ditemukan.

cari....

cari....

cari....

dapatlah penggantinya yaitu ntfs-3g, langsung coba install pake perintah 

#sudo apt-get install ntfs-3g.

setelah terinstall, kemudian jalankan kembali perintah 

#sudo ntfsfix -d /dev/nvme0n1p1 lalu tekan enter.

Alhamdulillah data bisa kembali diakses dengan lancar.